Panasnya malam dingin


Bandung,

Malam ini dingin sekali, aku menyelimuti badan ini dengan berlapis-lapis selimut tapi rasa dingin ini tak jua raib, sedingin kabar yang kau sampaikan tadi sore..Lagi – lagi malam ini seperti malam-malam yang lalu, detik-detik yang lalu aku merindukanmu hanya saja malam ini diriku diselimuti panasnya api kecemburuan, entah knapa bayang-bayangmu selalu saja menemaniku, refleksimu tak pernah berhenti mengikuti selangkah demi selangkah perjalanan hidupku.

Tapi entah kenapa pula belakangan ini sering sekali timbul perasaan takut, takut kehilangan sosokmu, takut kalau semua keindahan yang jauh dalam anganku hanya sebuah mimpi, aku takut terbangun esok hari dan ternyata semua ini hanyalah salah satu mimpi-mimpiku yang terlalu jauh untuk kujangkau, aku takut kalau engkau hanyalah seorang malaikat yang selalu menemaniku melewati hari-hari sulit ini tapi aku takkan pernah bisa menyentuh dan melihatmu seutuhnya.

Bangunkan aku mbak, bangunkan biar aku terbangun dan tahu kalau engkau ada disampingku dan menjadi satu-satunya mimpiku yang menjadi kenyataan yang bisa menutup lubang-lubang dihatiku yang setiap detik semakin lebar saja karena aku takut kehilangan hatimu yang akan membuat semakin perih luka-luka yang hampir menjadi borok di hati ini.

* sebuah surat dari bandung kota yg malam ini terasa begitu dingin dan panas

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: